Rabu, 03 Desember 2008

Gambaran Umum Ground Handling

BAB I

GAMBARAN UMUM

Perusahaan Airport Services atau biasa disebut Ground Handling adalah salah satu unit ekstern terkait yang secara langsung berhubungan dengan perusahaan penerbangan maupun konsumen perusahaan penerbangan untuk menunjang kelancaran jasa perusahaan penerbangan tersebut.

Aktivitas Ground Handling itu sendiri dilakukan pada saat Pre-Flight Services (pelayanan sebelum penerbangan), dan Post-Flight Services (pelayanan setelah penerbangan), selain itu In-Transit Services juga menjadi tanggung jawab perusahaan Ground handling, In-Transit services menjadi Post-Flight bagi penumpang yang datang dan menjadi Pre-Flight bagi penumpang yang akan berangkat, bagaimana dengan In-Flight Services (pelayanan selama penerbangan)? In-Flight Services dilakukan oleh awak pesawat yang biasa disebut “Air Crew”, perusahaan Ground Handling hanya mendistribusikan alat-alat yang diperlukan

Di Indonesia sampai dengan tahun ini ada dua perusahaan besar yang khusus bergerak di bidang Ground Handling atau airport Services yaitu : PT. GAPURA ANGKASA dan PT. JASA ANGKASA SEMESTA (JAS), selain itu adapula beberapa perusahaan yang baru berkembang dan akan beroperasi seperti BMS, kemudian PT. Air Ground Handling, sedangkan di luar negeri ada beberapa perusahaan besar seperti : CIAS (Changi International Airport Services) di Singapore, TGAS (The Airport Ground Services Company) di Thailand, HAVAS Ground handling Co. di Turkey, SEAT di Mexico, LAUFER Aviation di Israel, ACCIONA Airport Services di Spanyol, KLAS (Kuala Lumpur Airport Services) di Kuala Lumpur Malaysia, NOVIA di Scandinavia, DAHACO (Dar Es Salam Airport Handling Company) di Tanzania, DNATA di Dubai, UNASCO (United Aircraft Servicing Company Ltd) di Saudi Arabia, dan lain-lain, seluruh perusahaan Ground Handling ini tergabung dalam IGHC (IATA Ground Handling Council) yaitu suatu asosiasi antara perusahaan Ground Handling dunia yang menjadi anggota IATA.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan perusahaan Ground Handling ?

Ground Handling adalah suatu kegiatan pelayanan atau pemberian jasa lanjutan dari suatu rangkaian kegiatan penjualan jasa yang dilakukan oleh suatu perusahaan penerbangan atau dengan kata lain : suatu usaha penunjang penerbangan yang aktivitas pelayanan jasanya dilakukan di Airport pada saat pre-flight dan post-flight.

Orientasi Jasa Ground Handling :

  1. Safety (keselamatan)
  2. Reliability (kendala)
  3. On time Performance (tepat waktu)
  4. Customer Satisfaction (kepuasan pelanggan)

BAB II

TERMINAL AREA

I. CHECK-IN AREA

Check In Procedure :

PENEBANGAN INTERNASIONAL :

  1. Menyambut penumpang yang datang ke coumter check in
  2. memberitahukan mengenai :

- Tiket penerbangan dan memeriksa flight number, tanggal , masa berlaku tiket, status reservasi, reservasi lanjutan dan tujuan perjalananya.

- Passport dan periksa foto, nama, visa yang diperlukan di Negara tujuan

  1. Menawarkan penumpang mengenai pilihan tempat duduk yang bebas rokok atau tidak
  2. Menanyakan bagasinya dan timbang, pasanglah label bagasi sesuai ketentuan, pastikan seluruh bagasi telah dipasangi tag sesuai dengan tujuanya
  3. Mengingatkan penumpang untuk tidak membawa barang berbahaya dan berharga di dalam checked baggage
  4. Mencantumkan potongan claim tag pada checked baggage
  5. Mencantumkan berat dan total bagasi pada claim tag sebelum memisahkanya
  6. Meninformasikan kepada penumpang yang membawa kereta bayi atau kursi roda bahwa benda tersebut hanya dapat digunakan sampai boarding gate dan setelah itu harus diberi label.
  7. Setiap penumpang hanya diijinkan membawa satu cabin baggage dan harus diberi label cabin baggage.
  8. Menginformasikan penumpang mengenai jumlah Airport tax yang harus dibayar dan menunjukkan tempatnya.
  9. Memberikan boarding pass, tiket dan dokumen lain kepada penumpang dan menginformasikan estimasi waktu boarding dan gate tujuan
  10. Menginformasikan bahwa penumpang harus melapor ke meja imigrasi untuk pemeriksaan dokumen

II. BOARDING AREA

Boarding Procedure :

PREPARATION :

  1. Briefing dengan supervisor
  2. mempersiapkan alat-alat komunikasi, hand counter, NOTOC, passenger bus, paying, DT, wheelchair
  3. mempersiapkan dokumen-dokumen penunjang seperti APB/PIS, security item envelope, baggage label, LRT
  4. Check semua dokumen
  5. Minta ijin ke Airport authority untuk announce boarding procedure
  6. Periksa apkah ada VIP, CIP atau penumpang transit.

IMPLEMENTATION :

  1. Petugas boarding gate harus mencocokkan identitas penumpang dengan nama yang tertera di tiket
  2. Dahulukan penumpang yang mempunyai tempat duduk di bagian belakang pesawat
  3. Kumpulkan sobekan boarding pass.

Boarding Announcement

Pre boarding announcement :

- Selamat (pagi/siang/sore/malam). Selamat datang di penerbangan dengan

nomor…tujuan…

- Para penumpang yang terhormat, kami mohon perhatian anda. Demi kenyamanan dan kelancaran bersama maka untuk naik ke pesawat akan diatur sebagai berikut :

1. penumpang yang membawa anak-anak dan orang tua yang membutuhkan pertolongan akan naik ke pesawat terlebih dahulu, untuk itu kami persilahkan menunggu di depan pintu.

2. penumpang kelas eksekutif dapat naik ke pesawat pada saat boarding berlangsung atau menunggu sampai penumpang kelas ekonomi selesai

3. selanjutnya penumpang kelas ekonomi akan naik ke pesawat berdasarkan urutan nomor kursi.

Boarding announcement :

1. Penerbangan….dengan nomor penerbangan…..tujuan….

2. Para penumpang dipersilahkan segera naik ke pesawat

3. Penumpang yang membawa anak-anak dan orang tua yang membutuhkan pertolongan kami persilahkan untuk naik ke pesawat sekarang

4. Bapak-bapak dan ibu-ibu terima kasih karena anda telah menunggu untuk naik ke pesawat

5. Kami akan memanggil dengan urutan kursi.

III. BAGGAGE HANDLING

Checked Baggage :

  1. Checked baggage
  2. Proses penerimaan bagasi harus dilakukan bersamaan dengan proses check in penumpang
  3. Bagasi tersebut harus diberi tag/lebel sesuai dengan ketentuan

Unchecked Baggage :

  1. Unchecked baggage
  2. Carry on baggage tidak dikenakan biaya tambahan
  3. Demi keselamatan dan kenyamanan, maka dianjurkan hanya 1 buah carry on baggage yang diijinkan dibawa oleh penumpang ke dalam cabin
  4. Petugas harus memastikan bahwa hanya 1 buah bagasi yang dibawa penumpang ke dalam cabin
  5. Penumpang harus menempatkan cabin baggage di bawah tempat duduk atau di head rack di dalam cabin pesawat
  6. Apabila ukuran cabin baggage melebihi ketentuan maka petugas berhak menolak menerima cabin baggage tersebut.

Sweeping carry on baggage :

  1. Sarankan kepada penumpang agar segera mengambil barang berharga dan dokumen yang diperlukan dari cabin baggage, apabila besar cabin baggage melebihi ketentuan
  2. Konfirmasikan mengenai tujuan penumpang.

Acceptance of baggage :

A. Passengers Name and Address Identification :

  1. Bagasi yang akan diberangkatkan harus dalam keadaan baik dan pastikan tercantum nama dan alamat penumpang
  2. Informasikan kepada penumpang agar nama yang dituliskan pada baggage tag sama dengan yang tertera pada tiket
  3. Beritahukan kepada penumpang bahwa barang-barang berharga, uang, perhiasan, obat-obatan pribadi, dokumen penting agar jangan ditempatkan di dalam checked baggage
  4. Apabila ada bagasi yang dibungkus dalam karton atau box, sehingga menyerupai cargo, pastikan petugas telah memberi label bagasi.

B. Movement of Baggage :

  1. Bagasi akan diberangkatkan dengan pesawat yang sama dengan penumpangnya, kecuali terjadi sesuatu di luar kebiasaan, maka bagasi akan segera diberangkatkan dengan penerbangan pertama ke tujuan yang sama.

C. Refusal of baggage :

  1. Kondisi bagasi yang rusak, dapat membahayakan penerbangan, membahayakan alat-alat atau bagasi lain, membahayakan penumpang lain, membahayakan petugas akan ditolak untuk diterima untuk diberangkatkan.

D. Security Removed Items :

Mengacu pada SKEP Dirjen Perhubungan Udara no 40/II/95

  1. Senjata api, senjata tajam yang berukuran lebih dari 5 cm dan barang lain yang dapat digunakan sebagai senjata harus dilaporkan dan dititipkan kepada pengangkut
  2. Apabila penumpang tidak melaporkan barang tersebut, dan kemudian ketahuan oleh keamanan, maka penumpang harus melaporkan kepada pengangkut sebagai security item
  3. Security item harus ditempatkan di dalam cargo compartment
  4. Di stasiun kedatangan, petugas akan memberikan kembali security removed item tersebut kepada penumpang.

E. Free Baggage Allowance

a). Weight system :

  1. Bagasi yang beratnya melebihi ketentuan wajib membayar biaya kelebihan berat bagasi
  2. Anak kecil dan bayi hanya membayar 50% dari tariff dewasa
  3. Incapacitated passenger bebas biaya untuk wheelcairs atau alat orthopedic lainya

b). Piece system

System ini berdasarkan jumlah bagasi, dimensi dan berat, berlaku untuk penerbangan dan ke dari Amerika, system ini berlaku untuk penumpang dan bagasi yang melakukan through check in dan tidak melakukan stop over di bandara lain.

c). Sea man

Seaman yang melakukan perjalanan dengan kelas ekonomi, baik sendiri maupun secara group, free baggage allowance yang diijinkan adalah…..kg.

d). Pooling of baggage

Apabila ada keluaraga atau rombongan yang melakukan perjalanan ke tujuan yang sama, maka total baggage allowance yang diijinkan adalah kumulatif dari seluruh penumpang yang melakukan perjalanan.

Baggage Handling Procedure :

  1. Demi kenyamanan penumpang, maka sebaiknya bagasi diberangkatkan dengan operator penerbangan yang sama, pesawat yang sama sehingga bagasi bisa segera diambil oleh penumpang
  2. bagasi yang melalui interline airlines harus diperiksa dengan benar dan periksalah dengan teliti tiket penumpang agar tidak terjadi kesalahan penanganan bagasi di stasiun transit.
  3. Beberapa perusahaan penerbangan tidak menerima bagasi dengan kondisi rusak, overpack, rusak pada saat check in, perusahaan penerbangan tidak akan bertanggung jawab apabila bagasi mengalami kerusakan dan atau kehilangan.

Baggage Irregularity :

  1. Found and Unclaimed checked baggage :

Identifiable by airline baggage tag :

    1. Kirimkan bagasi ke kantor lost and found di stasiun tujuan seperti yang tertera di baggage tag
    2. Jangan ambil baggage tag asli yang tergantung pada bagasi
    3. Kirimkan forwarding advice massage kepada kantor lost and found di stasiun tujuan dan pada stasiun transit
    4. Apabila bagasi akan dikirim ke suatu kota yang mempunyai beberapa bandara maka pastikan bahwa bagasi dikirimkan ke bandara yang benar.

  1. Damaged Baggage

Apabila ada penumpang yang datang dan melakukan claim terhadap kerusakan bagasinya maka tindakan yang dilakukan adalah :

1. Check the tag

2. Procedures

3. Claim settlement

4. Claim settlemen document

  1. Pilfered Baggage

Apabila ada penumpang yang melaporkan pilfered terhadap bagasinya maka, petugas yang menerima pengaduan harus :

· Kirimkan telex kepada boarding station atau kepada seluruh airlines yang terlibat dalam pengangkutan bagasi tersebut.

· Selesaikan di local station.

  1. Delayed Baggage

Apabila bagasi mengalami delay akibat mishandling dan pembayaran harus dilakukan maka masalah ini harus dilaporkan kepada central baggage traving airlines yang bersangkutan.

BAB III

APRON AREA

I. Flight Handling

  1. Melayani pelayanan terhadap pesawat yang dilakukan di apron ataupun di hangar.
  2. salah satu tujuan pelayanan adalah safety, punctuality & regularity, customer satisfaction dan profitability.

A. Commencing a Flight

Penerbangan tidak dapat dilakukan sampai persiapan pesawat dan dokumen penunjang penerbangan lengkap/selesai dan PIC harus memastikan bahwa :

  1. Aircraft maintenance log sudah selesai dan ditandatangani.
  2. Sekuruh muatan yang akan dibawa telah didistribusikan dengan benar dan aman, sesuai dengan aturan yang berlaku di airlines.

B. Exchange of Operational Data

Untuk mendapatkan data yang diperlukan selama penerbangan, maka petugas harus :

  1. Mengumpulkan, check kebenaran data dan selalu memperbaharui data yang relevan dengan kondisi operasional, salh satunya adalah Aircraft serviceability, dispatchability.
  2. Distribusikan data-data yang diperlukan kepada seluruh unit terkait.

C. Flight Operations

a) analyzing operational environments & conditions

Rencana operasi penerbangan dapat dibuat setelah mengetahui seluruh kondisi

Lingkungan operasional,kemudian tinggal menentukkan jenis pesawat apa yang

Akan dipakai sesuai dengan kekuatan armada yang dimiliki perusahaan.

b) flight planning

Yang berhak membuat flight plan adalah :

  1. Setiap flight plan dibuat tidak kurang dari 3 jam sebelum ETD dan harus dipersiapkan untuk crew briefing setidaknya 1 jam sebelum ETD.
  2. Setiap flight plan harus ditandatangani oleh PIC.

c) flight operations document folder

Data-data harus disimpan di Airport keberangkatan.

d) crew briefing & de-briefing

· Crew briefing :

Diskusi untuk mengimplementasikan rencana yang telah dibuat antara PIC dan FOO yang bertugas, apabila terjadi perbedaan pendapat, maka PIC yang berhak untuk mengambil keputusan, sedangkan FOO membuat laporan perubahan yang terjadi.

· Crew de-briefing :

Melakukan verifikasi data antara rencana semula dengan data selama penerbangan.

· Location

Lokasi crew briefing debriefing, ditentukkan sesuai dengan kondisi lapangan, namun sebaiknya dilakukan di tempat lain asalkan tidak terganggu oleh umum.

e) crew briefing checklist :

· Aircraft

· Operational environment

· Flight plan

f) refueling & water drain

· Pelayanan water drain untuk pesawat yang RON akan dilakukan pada hari berikutnya dengan ketentuan harus menggunakan peralatan yang sesuai dan benar serta memperhatikan aspek keselamatan.

g) fuel required

· Flight plan harus dipersiapkan sesuai dengan seluruh data yang berlaku

· Atas permintaan PIC, penambahan fuel boleh dilakukan

· Pengisian fuel form harus berdasarkan hasil kalkulasi antara fuel yang dibutuhkan dengan data yang sudah tertera.

h) refuelling performance

· Sebelum pelaksanaan fuelling, harus dilakukan pemeriksaan di dalam fuel truck.

· Pastikan bahwa fuel indicator dalam keadaan nol.

· Setelah refueling selesai, check fuel truck indicator, catat jumlah fuel yang digunakan.

II. Flight Document

Setiap penerbangan harus dilengkapi dengan dokumen standar berdasarkan aturan dari ICAO diantaranya yaitu NOTOC (apabila diperlukan).

III. Aircraft Messages

IV. Aircraft loading / unloading

V. Ramp Activity

VI. Ground Support Equipment

Alat-alat Bantu yang dipersiapkan untuk menduking kebutuhan pesawat udara selama pesawat tersebut berada di darat,baik kedatangan keberangkatan maupun transit.